• Email : mail@apikeswd.ac.id
  • Telp : 0711-414561
Tulisan Terbaru

JURNAL APIKES WIDYA DHARMA PALEMBANG

Oleh: banyu
Mar 04 , 2019
0
Dilihat 0 Kali

ANALISIS PERBEDAAN BERKAS REKAM MEDIS DOKTER UMUM DAN DOKTER SPESIALIS DI RSI SITI KHADIJAH PALEMBANG

 

Novdaly Fillamenta

Abstrak

 

Ketidaklengkapan dokumen rekam medis menjadi salah satu masalah karena rekam medis seringkali merupakan satu-satunya catatan yang dapat memberikan informasi terinci tentang apa yang sudah terjadi selama pasien dirawat di Rumah Sakit. Kelengkapan pengisian rekam medis juga merupakan salah satu dari 12 indikator kinerja rumah sakit. Hal ini ditegaskan dalam beberapa    peraturan    dan    undang-undang, misalnya Undang-Undang Praktek Kedokteran atau yang dikenal dengan UUPK Nomor 29 Tahun  2004  pasal  46  ayat  1  yaitu  “Setiap dokter  atau  dokter  gigi  dalam  menjalankan praktik  kedokteran  wajib  membuat  rekam medis”.  Apabila  melanggar  undang-undang tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi penelaahan kasus (case study). Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang dokter spesialis anak, 1 orang petugas assembling dan analising serta 1 manager rekam medis. Objek penelitian yaitu berkas rekam medis pasien anak pada tahun 2014 yang berjumlah 70 berkas. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara.

Rekapitulasi ketidaklengkapan pada identitas pasien untuks No RM sebesar 20,65 % dan nama pasien sebesar 16,72%. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis adalah karena keterbatasan waktu, dan ketidakdisiplinan.

Ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis pasien anak masih tidak terlalu tinggi, maka dari itu perlu adanya kerjasama yang baik antar penanggungjawab pengisian berkas rekam medis.

 

Kata kunci : rekam medis,ketidaklengkapan,

     faktor penyebab

ANALISIS PERBEDAAN BERKAS REKAM MEDIS DOKTER UMUM DAN DOKTER SPESIALIS DI RSI SITI KHADIJAH PALEMBANG

 

Novdaly Fillamenta

Abstrak

 

Ketidaklengkapan dokumen rekam medis menjadi salah satu masalah karena rekam medis seringkali merupakan satu-satunya catatan yang dapat memberikan informasi terinci tentang apa yang sudah terjadi selama pasien dirawat di Rumah Sakit. Kelengkapan pengisian rekam medis juga merupakan salah satu dari 12 indikator kinerja rumah sakit. Hal ini ditegaskan dalam beberapa    peraturan    dan    undang-undang, misalnya Undang-Undang Praktek Kedokteran atau yang dikenal dengan UUPK Nomor 29 Tahun  2004  pasal  46  ayat  1  yaitu  “Setiap dokter  atau  dokter  gigi  dalam  menjalankan praktik  kedokteran  wajib  membuat  rekam medis”.  Apabila  melanggar  undang-undang tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi penelaahan kasus (case study). Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang dokter spesialis anak, 1 orang petugas assembling dan analising serta 1 manager rekam medis. Objek penelitian yaitu berkas rekam medis pasien anak pada tahun 2014 yang berjumlah 70 berkas. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara.

Rekapitulasi ketidaklengkapan pada identitas pasien untuks No RM sebesar 20,65 % dan nama pasien sebesar 16,72%. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis adalah karena keterbatasan waktu, dan ketidakdisiplinan.

Ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis pasien anak masih tidak terlalu tinggi, maka dari itu perlu adanya kerjasama yang baik antar penanggungjawab pengisian berkas rekam medis.

 

Kata kunci : rekam medis,ketidaklengkapan,

     faktor penyebab



VIDEO TERBARU